oleh

Surya Paloh, Anies Baswedan, dan Mencairkan Polarisasi Sosial

-Opini-615 Dilihat

Oleh : Airlangga Pribadi Kusman, Pengajar Departemen Politik FISIP Universitas Airlangga

SPI — Dinamika politik Indonesia menjelang Pemilu Presiden dan Wakil Presiden (Pilpres) 2024 memasuki babak baru. Setelah Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh pada Senin (3/10) menyatakan mendukung Gubernur Jakarta yang menuju masa purnabakti Anies Rasyid Baswedan menjadi kandidat presiden yang diusung pada 2024.

Pencalonan Anies Baswedan yang secara langsung dinyatakan oleh Surya Paloh itu seakan memecah kebuntuan seiring semakin hangat persiapan politik menuju pilpres namun tidak kunjung ada penegasan secara resmi dari partai politik terkait calon kandidat yang didukung.

Salah satu isu hangat yang menyertai pencalonan Anies Baswedan dari NasDem adalah Partai NasDem telah ikut serta bermain dalam gendang politik identitas. Sesuatu yang hendak disudahi dalam perhelatan demokrasi elektoral Pilpres 2024. Benarkah demikian?

Bagi segenap warga negara yang masih menggunakan akal budi dan berpijak pada kewarasan publik tentu momen-momen politik identitas yang telah berlangsung beberapa tahun belakangan ini cukup meresahkan. Dan kita sama-sama berusaha memiliki harapan dan berusaha merealisasikan agar benturan dan polarisasi sosial berbalut politik identitas ini tidak berlanjut pada Pilpres 2024.

Antagonisme politik identitas

Pertanyaannya kemudian apa jalan paling tepat untuk menyudahi polarisasi identitas? Jawabannya sederhana, dengan mencairkan antagonisme politik identitas bukan dengan meneguhkan dan memperkuat polarisasi sosial di antara identitas-identitas yang saling berkonflik.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *